Perhatikan gambar dibawah ini. ketiga gambar A, B, C semuanya adalah personifikasi master Feng Shui,

ini yang membuat masyarakat susah membedakan mana master yang pandai dan yang tidak pandai (penipu). Tetapi melihat secara detail maka baru bisa bedakan.
Ketiga gambar ini menggambarkan narasi master tak pandai (mengarang cerita dia pandai), master pandai dan calon master pandai dan tidak pandai.
Bisakah anda bedakan atau klasifikasikan ketiga ini, beserta alasan mengapa?
Bila bisa menjawab beserta alasan benar secara sistimatis (tidak mengambang), anda termasuk 10% orang yang seksama dan logika sangat bagus.
Bisa jawab dibawah. betul salah tidak masalah, karena hanya orang langka (bukan kriteria pintar bodoh, tetapi yang teruji teliti/hati-hati) yang bisa jawab benar.
Petunjuk: Melalui penjelasan secara seksama ketiga gambar ini, anda akan paham mengapa menjadi master Feng Shui pandai memang bisa tetapi sangat sulit dan hanya 10% yang JADI.
KOMENTAR
Kunci untuk mengidetifikasi seorang Master Feng Shui pandai/tidak pandai atau belajar menjadi ahli Feng Shui yang pandai sebenarnya sudah banyak dibahas dalam artikel-artikel penulis sebelumnya.yakni:
1. MENYINGKAP MISTERI PRAKTEK AHLI FENG SHUI, MANA YANG BERUPA DUNIA KEGELAPAN, MANA YANG MEMBERI BERKAH KEBERHASILAN
2. BENARKAH ANDA KENAL DENGAN FENG SHUI AUTENTIK (2) https://www.facebook.com/groups/164932632278/permalink/10157853320327279/
3. Orang yang telah berpengalaman puas atau tidak puas dengan jasa master Feng Shui
Mari kita bahas berdasarkan faktor-faktor kunci dari ketiga gambar ini.
1. Faktor waktu – usia
2. Ilmu yang tidak ada batasan dimensi (multi dimensi yang harus dilihat seperti budaya, Qi, image, abstrak, agama, obyek, waktu, lokasi, posisi, psikologi)
3. Stereotipe/contoh image di masyarakat (menyamaratakan persepsi atau logika analogi secara membuta padahal contoh analogi adalah sebenarnya bertujuan membuat orang paham berdasarkan persepsi pengalaman atau pelajaran yang telah dilewatinya)
4. Pola pikir orang pandai/berisi dan orang tidak pandai/berisi
5. Logika universal
GAMBAR 1.
Master Feng Shui tidak pandai/palsu
a. Dia menarasikan orang yang belajar dari guru terkenal/lembaga terkenal (persepsi masyarakat Bikkhu Shaolin adalah jagoan), atau dia adalah keturunan master hebat yang sejak anak-anak sudah dilatih oleh orang tua atau kakeknya. Jadi banyak sertifikat atau berasal dari darah ningrat, menulis banyak buku dan artikel.
Perhatikan gambar ini adalah panggung pertunjukan dan ditonton orang banyak.
b. Secara faktor waktu: anak kecil sampai SMA (dianggap belum dewasa), jadi hampir tidak mungkin memiliki kecerdasan logika, minat tinggi terhadap pelajaran ilmu Feng Shui yang sulit dan membosankan, selain belum paham manfaatnya.
c. Benar untuk olahraga yang merupakan fisik: seperti pencak silat atau kungfu, harus belajar dari muda yang membuat pembelajar bangga dan percaya diri memiliki ilmu untuk membela diri. Tetapi Feng Shui adalah ilmu yang menggunakan ketrampilan berpikir dan solusi yang sangat mendalam seperti meditasi; butuh berjam-jam atau berhari-hari hanya untuk menjawab dengan betul satu pertanyaan.
Kebanyakan orang salah persepsi model pembelajaran Feng Shui atau metafisika lainnya dianalogikan sama dengan belajar pencak silat/kungfu.
Pada jaman sekarang orang yang menguasai kesaktian pencaksilat/kungfu bila sewenang-wenang bisa dikalahkan dengan senjata api, sedangkan untuk ilmu Feng Shui salah mendidik murid yang moralitas buruk; fatal akibatnya.
d. Orang pandai sesuai pepatah: padi semakin berisi semakin merunduk, jadi meskipun kemampuannya sudah sangat baik, tidak berani menonjolkan dirinya sangat hebat, karena tahu selalu ada yang lebih pandai.
e. Secara logika umum/common sense kekuatan anak kecil tidak seberapa, meski bisa bela diri tidak bisa mengalahkan kekuatan orang dewasa; ini diibaratkan orang yang kemampuannya tidak bisa memberikan solusi Feng Shui, hasilnya tidak berbeda dengan orang awam, perbedaannya adalah hanya dia berani mengaku ahli dengan kemampuannya yang dangkal.
GAMBAR 2
Master Feng Shui tidak pandai, tetapi berpotensi pandai bila mendapatkan bimbingan guru pandai
a. Dia menarasikan sebagai orang yang serba pandai (menguasai banyak ilmu), seorang autodidak, menulis banyak buku atau artikel, seorang yang berkemampuan ajaib.
b. Secara faktor waktu dia adalah anak yang diajarkan menghafal berbagai Kou Jue/syair rahasia Feng Shui, sehingga bila setelah dewasa berminat bisa belajar dari master yang pandai/autentik.
c. Stereotip orang terpelajar, orang bijaksana, kutu buku, yang bisa menjadi orang berguna (pejabat) atau orang gagal.
d. Memposisikan diri sebagai orang yang pandai, dengan memakai aksesoris simbol-simbol tertentu, seperti Taois, Biku, Cenayang
e. Secara logika umum/common sense kekuatan anak kecil tidak seberapa Sama dengan gambar 1.
GAMBAR 3
Master Feng Shui yang pandai.
a. Dia menarasikan sebagai orang yang punya pengetahuan, melalui tulisan atau buku-bukunya, tetapi mempromosikan hanya 10-30% dari kemampuannya. Karenanya masyarakat sulit mengenali apa yang menonjol dari dirinya, hanya klien yang sukses yang terus memakai atau memperkenalkan kepada keluarga/teman baiknya.
b. Secara faktor waktu dia adalah orang yang sudah matang baik logika dan kebijaksanaannya, rata-rata sudah berumur 30 an ke atas (sudah belajar lama dan dinyatakan lulus untuk praktek berdasarkan testing jawaban pertanyaan kasus-kasus impromptu/dadakan atau situasional lingkungan yang ditemui dari gurunya).
c. Stereotip orang yang tidak banyak bicara, tahu tata krama. Seperti sangat menghormat pada gurunya (dia berdiri dan kursi kebesarannya untuk gurunya duduk). Memajang foto dengan gurunya hanya di ruang pribadi.
d. Memposisikan diri hanya orang yang biasa-biasa saja (gurunya juga orang yang sederhana, orang tua yang biasa-biasa saja).
e. Secara logika umum, orang dewasa yang sudah matang dan stabil.
ADAKAH YANG MENJAWAB DENGAN PERSEPSI PANDANGAN YANG SAMA?, KARENA ERA INFORMASI SEKARANG, GAMPANG COPY PASTE/KLONING, ORANG SULIT MEMBEDAKAN MANA ORANG YANG BERISI ATAU TIDAK BERISI.
KESIMPULAN ATAU HIKMAH YANG BISA DIPAKAI UNTUK ASPEK KEHIDUPAN LAIN
1. Selalu ada tiga tipe guru atau orang pandai yang sangat sulit dibedakan. Selalu membuka diri belajar dan tidak fanatik barulah beruntung bisa mengenali atau disukai orang pandai.
2. Di jaman yang materialistis ini mayoritas orang tertipu oleh penampilan atau janji-janji manis. (don’t judge the book by its cover).
3. Orang yang pandai adalah orang yang siap menerima kritik dan sadar diri akan kelemahan, serta beruntung mendapat kritik dari orang yang lebih pandai.
4. Kebanyakan orang yang bangga diri atau fanatik akan kepandaian, kekayaan, keberhasilan, keyakinannya; sebenarnya tidak menyadari keyakinan, kepercayaan, pandangannya sangat mungkin salah.






