FENG SHUI MEMBUKA RAHASIA LANGIT, MENGUBAH NASIB

0
2609

Dalam kosmologi, semua planet, bintang, galaksi adalah bagian alam semesta, karenanya disamping memiliki porsi energi sendiri, perputaran maupun pergerakannya dipengaruhi energi alam semesta. Demikian juga dalam kosmologi feng shui tentang manusia sebagai salah satu makhluk hidup sebagai sub bagian kecil dari alam samesta (ibarat perbandinganya diumpamakan masing-masing makhluk hidup bagai butiran pasir di lautan dengan besarnya alam semesta), dipengaruhi oleh 3 faktor energi hidup (QI), yakni Qi Langit (Energi Alam semesta), Qi Bumi (Energi dibawah atau didalam permukaan bumi) dan Qi Manusia itu sendiri sebagaimana energi dasar yang dibawa sejak dilahirkan lewat kandungan ibunya.

  1. Keberuntungan Langit, ini dikenal sebagai takdir/nasib yang merupakan bawaan yang diberikan yang tidak bisa diubah  sejak pertama menghirup energi langit dan bumi sekeluar dari rahim ibunya. Sebagai energi dasar yang berinteraksi  dengan energi langit Bersamaan dengan perjalanan waktu (aspek energi langit) yang dikenal dengan periode  keberuntungan, bergabung membentuk aspek langit manusia. Bagian ini kira-kira mempengaruhi 40-50% aspek  keberuntungan manusia.
  2. Keberuntungan Bumi, ini dikenal sebagai tempat menetap atau Feng Shui. Bagian ini agak bersifat Ko-dependen, karena  harus terjadi saling interaksi dengan aspek waktu nasib (periode keberuntungan) dan aspek tindakan manusia untuk   mendapat lokasi dengan feng shui yang baik, atau bila sebelumnya lokasi tempat tinggalnya memiliki Qi feng shui yang   tidak baik, dengan periode keberuntungan yang membaik + motivasi yang kuat untuk mengubah nasib, seseorang akan pindah tempat tinggal, atau mendapat feng shui master yang baik, atau energi keberuntungan langit sendiri kuat   meskipun tidak pindah rumah, berkat intuisi (energi leluhur, gui ren, dewa pelindungnya) secara kebetulan mampu   menata rumahnya sendiri dengan kualitas audit feng shui master. Bagian ini mempengaruhi kira-kira 30%.
  3. Keberuntungan Manusia, ini dikenal sebagai Dasar energi dalam physical manusia yang mempengaruhi kemampuan   kecerdasan, kerja keras dan keputusan tindakan dalam hidup. Bagian ini mempengaruhi nasib kira-kira 20-30%.

Secara umum dalam pelajaran-pelajaran dasar feng shui dikatakan ketiga faktor ini mempengaruhi keberuntungan manusia pada porsi yang sama besarnya, yakni 1/3 atau 33,33%.
Mengapa keberuntungan langit + periode keberuntungan mencapai porsi yang lebih besar ?
Kiranya jelas karena bumi hanya bagian yang sangat kecil dari alam semesta, bumi sendiri meski berputar pada porosnya juga mengelilingi matahari, dan masing-masing tata surya juga berputar pada poros yang lebih besar. Istilah feng shui nya konsep makrokosmos (Tai Ji besar) ke mikrokosmos (Tai Ji kecil), ke mikrokosmos yang lebih kecil, dan seterusnya.

Mengapa manusia secara individual, dengan independensinya mampu mencakup 20-30% ?
Meskipun manusia secara volume, fisiknya diumpamakan bagaikan butiran pasir dilaut, namun energi tidak tampak berupa kekuatan pikiran, kecerdasan daya kemauan jauh melampaui kekuatan fisiknya, dengan menjadi katalisator, menggabungkan energi sendiri dengan energi bumi dan langit yang presisi (pas) mampu merealisasikan apa yang menjadi keinginannya, seperti ingin kaya, terkenal, sukses, cinta dan sebagainya. Karenanya bila manusia mampu mendayagunakan potensi otaknya (pikirannya), mampu mencapai tingkat kesuksesan yang melampaui porsi 20-30%, atau >100% kali 20-30%.

MENGKUANTIFIKASI TINGKAT KEBERUNTUNGAN

Contoh beberapa kriteria utama nasib keberuntungan, yang akan dirinci berikut :

  1. Umur hidup : mati muda (0-16 tahun), mati dewasa (17-32 tahun), mati paroh baya ( 33 – 48 tahun), mati tua (49 tahun ke atas)
  2. Kesehatan : Pembunuhan/perampokan yang mengancam nyawa, sakit salah satu organ tubuh yang fatal yang  membahayakan nyawa (misalnya jantung, hati, lambung, paru-paru, ginjal dsb), Hidup dengan kehilangan salah satu  organ tubuh/badan cacat, kecelakaan fatal sampai opname di rumah sakit,  sakit keras namun tidak membahayakan  nyawa, kecelakaan ringan sampai patah tangan/kaki Jarang sakit keras
  3. Relasi Keluarga : Umur muda ditinggal pasangan, cerai, selalu terlibat pertengkaran/tidak harmonis, terlibat  perselingkuhan, cukup harmonis sampai tua, harmonis sampai tua
  4. Keturunan : Tidak punya keturunan, Anak meninggal karena kecelakaan/pembunuhan, Kelahiran anak cacat, Anak cacat karena kecelakaan/pembunuhan/perampokan, anak idiot, anak laki-laki tidak terhormat atau anak perempuan tercela, anak berbakti, anak cerdas dan berbakti
  5. Akademis : Tidak berpengetahuan, berpengetahuan, sangat berpengetahuan (pendidikan/gelar kesarjanaan bagian  didalamnya)
  6. Kedudukan sosial : Miskin & tidak terhormat, Cukup berada & tidak terhormat, Kaya namun tidak terhormat, Miskin namun  terhormat, Cukup berada dan terhormat, berkedudukan terhormat, kaya dan terhormat
  7. Keuangan : Pendapatan rendah setara pengeluaran, Pendapatan rendah masih ada tabungan, pendapatan rendah dan terlibat hutang, Pendapatan menengah setara pengeluaran, pendapatan menengah dan mampu menabung, pendapatan menengah pendapatan tinggi setara pengeluaran, pendapatan tinggi dan mampu menabung, milyuner
  8. Ketenangan hidup : stress & penuh kecemasan, selalu direcoki orang hina, terkena masalah hukum, hidup penuh  prihatin, hidup mengalir lancar, hidup tenang dan damai.

Patut diperhatikan disini, contoh ini hanya model untuk memudahkan pemahaman, kenyataannya tidak sesederhana pemaparan ini.
Bila kita sadari, umumnya parameter manusia adalah pada keberuntungan keuangan, aspek keluarga dan aspek lain-lainnya menempati porsi yang tidak seimbang dalam perhatian. Umumnya masyarakat menilai bahwa seseorang itu sukses bila punya rumah (mewah), mobil, dan sering makan di restoran serta weekend keluar kota atau keluar negeri.
Sehingga fokus lebih berlomba-lomba mencari uang sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan aspek lain seperti kesehatan, relasi, ketenangan hidup, kehormatan dan lain-lainnya.
Alhasil seseorang berhasil kaya, namun ada yang keluarga berantakan, kesehatan tidak bagus, selalu berhadapan dengan hukum, tidak punya keturunan, atau anaknya cacat, atau moralnya buruk, atau juga seseorang tampak kaya namun sesungguhnya berasal dari hutang, atau berhasil kaya namun meninggal sebelum waktunya (batas jangka waktu hidupnya sampai) dan seterusnya. Dalam pandangan feng shui sesuai contoh kriteria diatas adalah sukses  1 gagal 4-8, terhitung orang bukan dengan feng shui yang baik.

Dalam pandangan feng shui tentang harmonisasi dengan lingkungan, memang kekayaan menempati faktor utama, namun faktor lain nilai pentingnya tidak berselisih terlalu jauh.
Misalnya meski aspek keuangan menengah (point g), namun masih ada tabungan, aspek-aspek lainnya (a- h diluar g) sedang ke atas, terhitung feng shuinya sudah sukses.

Diterjemahkan dalam angka kita asumsikan total keberuntungan 50,1% sudah termasuk kriteria kesuksesan menengah keatas atau hidup diatas garis kemiskinan (punya rumah dan saving diatas 6 bulan biaya hidup). Yakni : Contoh 1
Qi Langit (Gabungan Takdir + periode keberuntungan) : kekuatannya 50% X porsi 50% = 25%
Qi Bumi : kekuatannya 50% X porsi 30% = 15%
Qi Manusia kekuatannya 50% X porsi 20% = 10%
Total 50%, bila Qi Manusianya bisa ditingkatkan (yang kita kenal dengan motivasi, + amal baik) ada kemungkinan menjadi 110% X 20% = 22%, sehingga total 25% + 15% + 22% = 62%, maka orang  ini termasuk sukses

Namun ternyata bila orang tersebut kurang motivasi dan karakternya buruk, porsi Qi manusianya turun tinggal 30%, sehingga total hanya 46%, maka orang ini terhitung tidak sukses juga tidak terlalu gagal.
Bila orang tersebut berjodoh ketemu master feng shui yang baik dan cocok dalam arti kata membayar sesuai feenya, dengan kondisi sama (tidak pindah rumah).

Dengan feng shui, Qi rumah dapat di upgrade jadi 70% dan Qi manusia ikut naik jadi 60% (karena ada faktor positif thinking dengan bantuan feng shui master potensi sukses lebih besar), sehingga total menjadi 58% (25% + 21% + 12%).
Contoh lainnya : Bila Qi langit hanya 30% (orang dengan takdir & periode keberuntungan yang buruk), Qi Bumi 50%, dan Qi manusia 60%, total hanya 42% orang tersebut kehidupannya hanya menengah kebawah. Namun bila ketemu master feng shui yang baik dan cocok, Qi rumah upgrade dari 50% menjadi 70% dan Qi manusia menjadi 70%, total menjadi 50%, orang tersebut menjadi naik ke menengah ke atas, apalagi bila terus-menerus setiap aktivitas meminta advis master feng shui nya, maka total Qi keberuntungan akan upgrade terus sampai suatu ketika bisa menjadi milyuner.

PERANAN FENG SHUI TERHADAP KEBERUNTUNGAN

Pada bagian mengkuantifikasi tingkat keberuntungan, secara kasar telah dijelaskan kalkulasi total keberuntungan manusia, bagaimana cara kerja feng shui mengupgrade nilai Qi bumi manusia nya?
Sebagaimana teori keberhasilan konsepsi, ada perkawinan antara laki-laki (bapak) dengan wanita (ibu), baru terjadi pembuahan yang melahirkan keturunan anak. Demikian juga keberhasilan feng shui rumah, harus terjadi keseimbangan YIN dan YANG, baru memberikan efek peningkatan Qi bumi manusia.

Secara YANG yang kita katakan sebagai fondasi utama feng shui yang mudah diukur secara kasat mata, adalah aplikasi/penggunaan sistem aliran feng shui (apakah itu Ba Zhai, Fei Xing, Xuankong, Xuankong Da Gua, Dragon Gate dan lain- lain) yang kesemua faktor diterjemahkan kedalam dualitas YIN/YANG dari TEORI 5 ELEMEN  untuk menata rumah seperti menutup posisi kebocoran uang, memperlancar posisi pemasukan uang, deal business, gui ren/tuan penolong, membuka sumbatan yang tak punya keturunan, asmara, counter sha Qi dan lain-lain.

Terkadang meskipun sudah menggunakan sistim feng shui komplit ini, termasuk pengukuran dengan lokasi yang presisi, feng shui rumah masih tidak bekerja atau bekerjanya sangat lamban (diatas 1 tahun baru ada perubahan), dengan catatan sistim feng shui adalah sudah otentik 70 – 100% murni, apalagi bila sistim yang mengcopy buku-buku feng shui hasilnya akan lebih tidak pasti. Bagian ini menurut kepercayaan aliran neo-otentik feng shui sudah mencakup 90-100% feng shui. Sedangkan menurut sistim otentik feng shui baru mencakup 50-70% keberhasilan feng shui. Untuk mencapai total 100% aplikasi feng shui,
para otentik master menggunakan tehnik YIN (sebenarnya bukan YIN, hanya untuk istilah tehnik-tehnik aplikasi diluar teori 5 elemen feng shui, seperti altar, bahasa langit, Qwat/kias-kias, namun masih koridor basisnya YANG tadi) untuk melengkapinya.

Secara YIN, menggunakan dasar fondasi YANG, untuk mempercepat dan memperkuat efek bekerjanya feng shui dengan pengaturan altar, bahasa langit, ritual, Qwat/kias-kias, mengubah Qi rumah. Tehnik-tehnik ini diistilahkan dalam bahasa Inggris adalah reverse growth/membalikkan pertumbuhan/atau minus + minus menjadi Plus. Tehnik-tehnik ini tidak ditemukan di buku-buku maupun manual feng shui, adapun hanya disinggung sekilas.

Pada YANG aplikasi masih agak mudah dilacak keberhasilannya seperti orang melihat suatu restoran atau mall ramai karena landform feng shui nya bagus, namun untuk YIN tidak bisa dilacak perbedaannya sama sekali kecuali oleh Sang Master, murid atau kolega selevel.

Makanya bagi pemula yang hanya belajar dari buku atau kursus, akan mengatakan feng shui rumah ini/itu buruk, feng shui Jakarta jelek atau feng shui Indonesia jelek, tanpa setahunya sesungguhnya yang kelihatan jelek menurut penampakan bentuk- bentuk feng shui justru penghuninya menikmati feng shui yang sukses.
Baik YANG maupun YIN aplikasi ini melibatkan karma sang Feng Shui master sebagai katalisator. Karena itulah master feng shui akan meminta bayaran berupa fee atau ang pao untuk menghindari efek karma nya sebagai exchange bagi keberhasilan kliennya.

MENGAPA PARA MASTER FENG SHUI YANG AHLI DALAM BERBAGAI ILMU, MISALNYA YANG YUN SONG MASIH BISA DIRACUNI ORANG, YANG BERARTI TIDAK DAPAT MELAWAN DAN MENGATASI PERJALANAN NASIBNYA.

Inilah yang sering dinasihati orang-orang tua, dan kita semua juga menyadarinya sebagaimana tertulis dalam kitab suci agama manapun, bahwa kemampuan manusia tidak sempurna, sepandai-pandainya seorang feng shui master, karena juga masih manusia, masih ada peluang kegagalan. Berdasarkan catatan-catatan statistik dari para master feng shui, I-Jing, Astrology Cina lainnya, maksimal sukses tertinggi yang pernah dicatat adalah sampai 97%, tidak pernah ada yang lebih dari itu, masih ada 3% potensi kegagalan.

Memahami apa yang telah dipaparkan diatas, yakni faktor trinitas kosmis, dapat dijelaskan potensi sebab musabab meninggalnya Master Yang Yun Song berikut :

Keberuntungan langit/ takdir :

  1. Kemungkinan habisnya jangka waktu hidup atau berakhirnya kekuatan karma, sehingga Qi langitnya berada pada levelterendah (periode keberuntungan Ba Zi potensi bahaya), sehingga meski Qi manusianya kuat (orang dengan kesaktian) support Qi manusia dan Qi bumi, gabungannya masih belum mencapai tingkat minimum yang dibutuhkan.
  2. Ada Qi lain yang menutupi pandangan atau memblok beliau untuk melihat potensi kematiannya, sehingga luput dari kalkulasinya (ini banyak terjadi dalam pembacaan nasib Ba Zi/Zi Wei Dou Shu, dimana seorang master dihalangi/ditutupi untuk melihat aspek kematian kliennya).

Keberuntungan Feng Shui :

  • Karena beliau seorang pengembara, bukan orang dengan tempat tinggal tetap, tidak mendapat support Qi Bumi yangmemadai, dan hanya mengandalkan Qi manusianya, sedangkan Qi langitnya berada pada level rendah, sehingga total, tidak mencapai keseimbangan minimum.
  • Bisa juga Qi Bumi menopang untuk aspek Kemakmuran, keturunan, kemashyuran, namun aspek Kesehatan dan     Ketenangan hidup buruk, sehingga level Qi bumi bantuannya, tidak mencukupi untuk melewati minimum yang dibutuhkan.
  • Master feng shui dengan pengetahuannya memang mampu menghidupi diri sendiri, namun potensinya jarang yangmencapai milyuner, karena faktor exchange luck, manfaat Qi Bumi paling besar didapat dari sisi akademis, karenanya     banyak master feng shui tidak menginginkan keturunannya menjadi master feng shui juga kecuali memang ada jodoh, dan lebih menganjurkan memanfaatkan feng shui untuk kepentingan bisnis sendiri daripada praktek umum secara terbuka.

Keberuntungan Manusia :

  • Karena memiliki kesaktian hebat, meski dapat menghitung bahaya, yakin dapat mengatasi (terlalu percaya diri) sehingga salah mengkalkulasi tingkat bahaya
  • Karma tindakan, karena tidak dapat menghindar, bagai buah simalakama, jadi terpaksa harus menolong orang jahat sang penguasa setempat punya kekuatan memaksa)
  • Membocorkan rahasia langit (karena keterlepasan omongan, bahwa beliau tahu alternatif lokasi feng shui lain yang setara?????), umumnya feng shui level KING MAKER (tepat posisi jantung naga/XUE) membawa dampak buruk bagi sang feng shui master yang energi levelnya lagi buruk.
  • Karena feng shui master membocorkan rahasia langit, yakni mengubah nasib orang atau mengubah ekuilibrium,tentunya ada exchangenya/penggantinya, sebagian exchangenya berasal dari keberuntungan nasib sang master feng shui sendiri

Penjelasan tentang Karma/Faktor langit, dari sudut pandang lain sesuai tertera dalam sutra Buddhis, yakni :
Kematian terjadi karena empat sebab, yaitu :

  1. Habisnya jangka waktu hidup : Orang akan meninggal pada umur sesuai jangka waktu hidupnya. Misalnya batas hidupmanusia rata-rata 70 tahun, orang akan meninggal pada usia setelah 70 tahun atau lebih.
  2. Berakhirnya kekuatan karma : Ketika kekuatan karma habis, seseorang meninggal dunia walaupun jangka waktu hidupnya masih tersisa, misalnya kekuatan karma berakhir pada umur 50 tahun, orang itu akan meninggal walaupun gka waktu hidupnya 75 tahun.
  3. Habisnya jangka waktu hidup dan berakhirnya kekuatan karma : Ketika jangka waktu hidup dan berakhirnya kekuatan karma bersamaan waktunya.
  4. Kematian tidak wajar atau tidak pada waktunya, karena interupsi kekuatan karma. : Ada yang meskipun jangka waktu hidupnya belum berakhir, namun karena perbuatan buruknya (banyak melakukan dosa, tidak memperhatikan kesehatandengan layak dan lain-lain) atau perbuatan buruk yang dilakukan pada masa lampau tiba-tiba berbuah, akan meninggal sebelum jangka waktu umur hidupnya.

Ketiga jenis yang disebut terdahulu dikatakan kematian pada waktunya.

Demikian moga-moga artikel ini bermanfaat memberi penjelasan yang memadai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 8 = 15